Dokumen : mn2017

Keunikan Interaksi Islam dan Budaya Jawa

Judul : Keunikan Interaksi Islam dan Budaya Jawa
Pengarang :
Simuh
Publikasi : http://www.heritageopjava.com/ebook/Keunikan_Interaksi_Islam_dan_Budaya_jawa.pdf

Subjek :Islam,
Adat Istiadat
Kata Kunci : budaya pesantren, budaya kejawen, agama jawi, mitologi, faham Sunni
Abstrak : Keunikan Islam dan budaya Jawa dalam linkungan budaya pesantren yang terjadi adalah peng-Islam-an secara alamiah unsur-unsur warisan kepercayaan dan tradisi-tradisi lama sehingga keduanya bisa hidup berdampingan dalam masyarakat pesantren tradisional. Dalam kalangan masyarakat kejawen yang berpusat di istana-istana kerajaan Jawa, muncul semangat tinggi para pujangga dan sastrawan untuk mempertahankan warisan sastra budaya lama dan di-Islam-kannya sastra budaya Jawa. Salah satunya adalah keyakinan agama Jawi, dimana dalam setiap ritus dan upacara selalu menyebutkan nama Allah dan Nabi Muhammad, namun kesusastraan yang mereka sukai adalah kesusastraan yang berbau mistik atau yang bersifat kepahlawanan. Hal ini juga disebabkan oleh dalamnya pengaruh Hinduisme di Jawa. Kedatangan Islam pun tidak mempengaruhi animisme-dinamisme di Jawa. Menurut sejarah, Islam yang menyebar di Indonesia adalah Islam yang telah dipengaruhi ajaran mistik dari Islam Sufi, bukan Islam Sunni yang syar'i. Kembali pada faham Sunni yang murni punya dasar pikiran yang rasional dan ilmoah, gerakan Islam reformis menghasilkan kader-kader dan mendapatkan dukungan dari cendikiawan Muslim yang bisa berbicara di lingkungan tradisi besar, baik dalam urusan agama atau ilmu-ilmu umum.
Dokumen : mn2017

Kesusastraan Islam Melayu dan Kejawen di Indonesia

Judul : Kesusastraan Islam Melayu dan Kejawen di Indonesia: perkembangan sastra progresif dan ekspresif dalam Islam
Pengarang :

Publikasi : http://usu.ac.id/e-USU Repository, 2005_kesusastraan_islam_melayu_dan_kejawen_di_indonesia.

Subjek : Kesusastraan Islam
Kata Kunci : kebudayaan progresif, kebudayaan ekspresif, ijtihad, sastra Melayu Islam, sastra Jawa Islam
Abstrak : Nilai ilmu dan ekonomi dalam kebudayaan Islam pada hakikatnya adalah sangat tinggi. Berdasarkan pemikiran S. Takdir Alisyahbana, agama Islam menurut kodratnya mengembangkan kebudayaan progresif, karen alebih banyak berdasarkan rasio dan perhitungan. Berbeda dengan kebudayaan ekspresif yang lebih banyak berdasarkan perasaan, instuisi dan imajinasi. Pembagian tersebut berlaku juga untuk sastra karena sastra merupakan bagian dari kebudayaan. Konsep ijtihad Islam mengembangkan sastra yang progresif karena ijtihad adalah penerapan rasional ilmiah untuk menggali dan meluruskan pengembangan ajaran Islam. Selanjutnya dibahas lebih mendalam tentang sastra budaya progresif dan ekspresif. Dalam penyebaran Islam, muncul juga sastra Melayu dan sastra Jawa Islam. Kesimpulan yang dibuat adalah Islam yang datang ke Jawa adalah ajaran tasawuf yang ortodoks. Sastra Jawa Islam menghasilkan dua jenis sastra, yaitu sastra Jawa Pesantrenan dan sastra Islam Kejawen.
Dokumen : mn2013

Difusi Ajaran dan Pemikiran Ulama dalam Sejarah Islam Minangkabau

Judul : Difusi Ajaran dan Pemikiran Ulama dalam Sejarah Islam Minangkabau (Artikel)
Pengarang :

Publikasi : http://ern/pendis.depag.go.id/DokPdf/ern-II-03.pdf

Subjek : Ulama, Sejarah Islam - Indonesia
Kata Kunci : difusi, ajaran Islam, nilai-nilai lokal, konservatif, inklusif
Abstrak : Paper ini memaparkan sejarah fusi antara ajaran Islam dengan nilai-nilai lokal di Minangkabau dan peran agamawan dalam menciptakannya. Melalui telaah historis penulis mengungkapkan bahwa ulama Minang di awal sejarah Islam dan kurun modern terbagi dalam sikap mereka terhadap tradisi lokal menjadi dua kelompok, yaitu konservatif dan inklusif. Kelompok konservatif berupaya meng-Islam-kan tradisi-tradisi lokal, sementara kelompok inklusif mengharmonikan ajaran Islam dengan nilai-nilai lokal. Gagasan seperti ini diajarkan di ruang publik seperti masjid, surau, madrasah, dan pesantren. Disamping itu, isu tentang modernisasi sistem pendidikan Islam juga menjadi topik bahasan. Kesemuanya memainkan peran signifikan dalam penyebaran Islam di Minangkabau.
Dokumen : mn2012

Gambaran Ringkas Ulama dan Penyebaran Islam Nusantara

Judul : Gambaran Ringkas Ulama dan Penyebaran Islam Nusantara
Pengarang :
Silfia Hanani
Publikasi : htpp://209.85.175.104/search?q=cache:a810XuBggogJ:116.0.102.203/knet/ebook/preview/previu-Peranan_Ulama.pdf+gambaran+ringkas+ulama+silfia+hanani&hl=id&ct=clnk&cd=1&gl=id

Subjek : Ulama, Sejarah Islam - Indonesia
Kata Kunci : penyebaran Islam, Islamisasi, ulama tradisional, pemikiran Islam, modernisasi
Abstrak : Ulama merupakan penggerak utama dalam penyebaran Islam di Indonesia. Penyebaran Islam yang ramah dengan misi rahmatanlil'alamin dilakukan melalui pendekatan budaya dan tradisi masyarakat setempat, sehingga dapat diterima oleh masyarakat. Berdasarkan pendekatan tersebut, terbentuk tiga corak penyebaran Islamdi Nusantara yaitu corak Pasai, corak Malaka dan corak Jawa. Pola penyebaran Islam lainnya yaitu berdasarkan faktor sejarah dan sosiologi, membaginya ke dalam tiga fasa perkembangan yaitu fasa kangah, fasa tariqah dan fasa taifah. Alur penyebaran ajaran agama didominasi oleh pemikiran para ulama. Pada tulisan ini diuraikan tentang eksistensi ajaran ulama tradisional pada masyarakat tradisional dan usaha untuk mengubah paradigma yang disebabkan oleh modernisasi. Ulama tradisional tidak selamanya terikat pada konteks pemikiran. Kegiatan keagamaan lebih banyak diarahkan kepada syurga dan neraka yang lebih mementingkan faktor esotorik dan agak mengabaikan faktor eksotorik, sehingga memungkinkan berlakunya ketidaksempurnaan dalam ajaran Islam. Terdapar tiga paradigma dominan pemikiran Islam yang berkembang, yaitu paradigma modernisasi Islam, Islamisasi dan teologi transformasi. Tiga paradigma ini menunjukkan penyesuaian ajaran Islam terhadap perubahan-perubahan yang terjadi.
Dokumen : mn2011

Masjid Chengho

Judul : Masjid Chengho
Pengarang : Ajisaka

Publikasi :
Subjek : masjid
Kata Kunci : masjid Chengho, mesjid, chengho, chengho di palembang, masjid abad 16
Abstrak : Palembang, Pembangunan Masjid Muhammad Cheng Ho Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, nyaris rampung. Hari ini (22/08/08) kali pertama masjid dengan arsitektur Tionghoa itu digunakan untuk salat Jumat. Diperkirakan, 1.500 muslim Palembang akan memadati masjid yang berlokasi di Perumahan Amen Mulia, Jakabaring, tersebut. Wakil Wali Kota Palembang H Romi Herton pun dijadwalkan ikut salat berjamaah di masjid itu. “Sebelum salat Jumat, kami adakan selamatan,” ungkap Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumsel H. Ahmad Afandi setelah salat Magrib tadi malam. -
DOCUMENT: as2017

Masjid cirebon

AUTHOR:Asep Saefullah
Subjek : masjid
BIBLIOGRAPHY DESCRIPTION:Masjid Curebon
CONTRIBUTOR - UP LOADER
:
Ahmad Syaikhu
FILE NUMBER : as2017
KEYWORD :masjid Curebon, cirebon, sunan gunung jati, masjid kota udang
Abstrak :

Cirebon, sampai beberapa waktu lalu, orang mengenal Cirebon sebagai Kota Udang. Sebutan ini sebenarnya bukan pujian. Bahkan tak lagi relevan mengingat produksi udang, dan perikanan pada umumnya, boleh dikata sudah mendekati nol sekarang. Lebih dari sekadar produsen udang, terutama dulu, Cirebon adalah kota terpenting dalam sejarah Islam di Jawa, yang membuatnya kaya akan daya tarik bagi wisatawan lokal.

Bangunan bersejarah berserakan di sini, termasuk tiga keraton dan satu kompleks makam besar—Makam Sunan Gunung Jati, salah satu dari Wali Sembilan, yang juga memiliki nilai spiritual dan menjadikan Cirebon pusat ziarah terpenting di Jawa.

Cirebon kota kecil yang hanya berjarak tiga jam perjalanan berkereta api dari Jakarta, atau empat jam bermobil. Namun, memiliki corak budaya yang kaya karena menjadi persimpangan lalulintas niaga sejak dulu. Persis terletak di perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, baik bahasa maupun budayanya agak khas: ”Tidak Jawa, Tidak Sunda” atau ”Ya Jawa, Ya Sunda”
DOCUMENT: fulltext/abstrak

Dzikir Setelah Shalat

Judul : Dzikir Setelah Shalat
Pengarang : Syaikh Abdul Aziz bin Baz
Publikasi :Maktab Dakwah dan Bimbingan Jaliyat Rabwah, http://islamhouse.com
Subjek : Shalat
Kata Kunci : dzikir, wirid, bacaan setelah shalat, doa, amalan setelah shalat, sunnah shalat
Abstrak : Sebagai mahluk ciptaan Allah kita diwajibkan untuk selalu mengingat Allah dengan cara berdzikir dan berdoa. Salah satu waktu yang paling baik untuk melakukan dzikir dan doa adalah setelah shalat. Dalam bukuini dijelaskan tentang dzikir dan doa yang dikerjakan setelah shalat.
Dokumen : file

Tuntunan Thaharah dan Shalat

Judul : Tuntunan Thaharah dan Shalat
Pengarang : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Publikasi : Islamic propcation, Rabwah. http://
Subjek : Shalat
Kata Kunci : Ibadah, thaharah, shalat, shalat wajib, shalat fardhu, hukum shalat, aturan shalat, shalat berjamaah
Abstrak : Shalat adalah tiang agama, karenanya setiap muslim wajib menegakkannya. Dan dalam pelaksanaannya shalat harus sesuai tuntunan yang diajarkan oleh Rasul. Buku ini menjelaskan tuntunan shalat dari niat hingga salam.
Dokumen : file

Koreksi Atas Kekeliruan Praktek Ibadah Shalat

Judul : Koreksi Atas Kekeliruan Praktek Ibadah Shalat
Pengarang : Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan bin Salman
Publikasi : Maktabah Salafy Press, http://kampung-sunnah.wordpress.com
Subjek : Shalat
Kata Kunci : Kekeliruan dalam shalat, kesalahan dalam shalat, shalat wjib, shalat fardhu, hukum shalat, aturan shalat
Abstrak : Shalat merupakan tiang agama, yang kewajibannya telah dinashkan oleh Allah dan rasulNya dalam Al Quran dan As Sunnah, maka siapapun yang mengaku dan menyatakan dirinya beriman kepada Allah dan RasulNya maka wajib enunaikan shalat lima waktu. Namun terkadang dalam prakteknya banyak kekeliruan yang dilakukan oleh umat Islam. Dalam buku ini dikemukakan kesalahan-kesalahan shalat dan tatacara shalat yang bernar berdasrkan Al Quran dan As Sunnah.
Dokumen : file

Bimbingan Shalat Fardu

Judul : Bimbingan Shalat Fardu
Pengarang : Agus Waluyo
Publikasi : http://agusw.cjb.net, AW Publisher
Subjek : Shalat
Kata Kunci : Ibadah, thaharah, shalat, shalat wjib, shalat fardhu, tatacara shalat
Abstrak : Shalat adalah ibadah wajib yang dalam pelaksanaanya memiliki tuntunan sesuai dengan Al Quran dan Hadits. Dalam buku ini dijelaskan tentag tatacara melaksanakan ibadah shalat dari mulai bersuci atau thaharah, juga membahas tentang niat shalat fardhu, gerakan, bacaan , rukun-rukun, waktu-waktu shalat, serta sunah-sunah yang ada dalam pelaksanaan ibadah shalat.
Dokumen : file

Ahkamus Shalat

Judul : Ahkamus Shalat
Pengarang : Syaikh Ali Raghib
Publikasi : Darun Nadhlah Al Islamiyyah
Subjek : Shalat
Kata Kunci : Ibadah, shalat, shalat wjib, shalat fardhu, hukum shalat, aturan shalat
Abstrak : Ahkamus Shalat membahas tentang hukum-hukum seputar sholat. Menurut kaidah fiqh syah atau tidaknya shalat ditentukan dari sejak kita mulai melakukan thaharah yakni bersuci. Syak atau tidaknya bersuci juga tergantung dari barang-barang yang kita gunakan untuk bersuci. Buku ini membahas tentang hukum shalat dari mulai bersuci hingga amalan setelah shalat
Dokumen : file

Instrument and alternatives of public debts in Islamic economy

Judul : Instrument and alternatives of public debts in Islamic economy
Pengarang : Monzer Kahf
Publikasi : [Koleksi e-article STEI SEBI]
Subjek : Ekonomi Islam
Kata Kunci : Keuangan Islam, Riba, Ijarah, syarikah, Mudharabah, Murabahah, Salam, Istisna’, hutang
Abstrak : artikel ini membahas tentang kebutuhan, bentuk-bentuk dan alternatif-alternatif yang berkaitan dengan hutang publik dalam perspektif ekonomi Islam.
Dokumen :
http://www.sebi.ac.id/

The demand side or consumer behavior: Islamic perspective

Judul : The demand side or consumer behavior : Islamic perspective
Pengarang : Monzer Kahf
Publikasi : [Koleksi e-article STEI SEBI]
Subjek : Ekonomi Islam
Kata Kunci : Perilaku konsumen; etika konsumsi; produsen; pendapatan; rasionalisme Islam
Abstrak : untuk memahami interaksi antara produsen dan konsumen, kita harus memahami perilaku dari kedua agen ekonomi tersebut. Artikel ini membahas tentang perilaku konsumen dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Dokumen : http://www.sebi.ac.id/

Komparasi kinerja emiten yang menerbitkan obligasi syariah dengan emiten yang menerbitkan obligasi non-syariah: studi empiris pada emiten perbankan

Judul : Komparasi kinerja emiten yang menerbitkan obligasi syariah dengan emiten yang menerbitkan obligasi non-syariah : studi empiris pada emiten perbankan
Pengarang : Hendro Wibowo
Publikasi : Jakarta, STEI SEBI, 2007
Subjek : Ekonomi Islam
Kata Kunci : Emiten, perbankan, obligasi syariah, kinerja perusahaan, Pasar modal, Mudharabah, Ijarah
Abstrak : dalam penelitian ini diuji apakah terdapat perbedaan kinerja antara emiten yang menerbitkan obligasi syariah dengan emiten yang menerbitkan obligasi non-syariah.
Dokumen : http://www.sebi.ac.id/

Evaluasi Penerapan metode penentuan harga jual beli murabahah : studi kasus BMT Berkah Madani

Judul : Evaluasi penerapan metode penentuan harga jual beli murabahah : studi kasus pada BMT Berkah Madani
Pengarang : Firmansyah
Publikasi : Jakarta: STEI SEBI, 2007
Subjek : Ekonomi Islam
Kata Kunci : Murabahah, BMT, penentuan harga, harga jual, suku bunga, bank syariah
Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana kebijakan penentuan harga jual beli murabahah yang dilakukan oleh BMT Berkah Madani. Dari penelitian ini diketahui bahwa penentuan harga jual beli murabahah yang dilakukan oleh BMT Berkah Madani belum sempurna dengan aturan syariah, sebab paradigma yang dimiliki masih menggunakan prinsip-prinsip yang ada di konvensional.
Dokumen : http://www.sebi.ac.id/

Analisis aplikasi metode perhitungan zakat perusahaan : studi kasus PD. Lish Mart

Judul : Analisis aplikasi metode perhitungan zakat perusahaan: studi kasus PD. Lish Mart
Pengarang : Endang Riyanti
Publikasi : Jakarta, STEI SEBI, 2007
Subjek : Ekonomi Islam
Kata Kunci : Zakat, zakat perusahaan, fiqih zakat, akuntansi, akuntansi zakat
Abstrak : Tujuan utama penelitian ini adalah memberikan wacana tentang metode perhitungan zakat perusahaan terutama perusahaan dagang dengan membandingkan aplikasi perhitungan zakat pada perusahaan dagang Lisha Mart dengan hasil simulasi menggunakan berbagai jenis metode yang dapat digunakan dalam perhitungan zakat perusahaan.
Dokumen : http://www.sebi.ac.id/

Hadis-hadis tentang usia pernikahan “aisyah R.A (studi Ma’anil Hadis)

Judul : Hadis-hadis tentang usia pernikahan “aisyah R.A (studi Ma’anil Hadis)/Binti Khasanah
Pengarang : Binti Khasanah
Publikasi : Yogyakarta : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2008.
Subjek : Hukum Islam-perkawinan
Kata Kunci : Perkawinan, usia pernikahan, pernikahan Aisyah

Abstrak : Kemunduran (degradasi) moral yang terjadi dikalangan remaja dan pemuda semakin terpuruk dengan maraknya perilaku pergaulan bebas. Sebagai agama yang diyakini rahmatan li al-’alamin oleh para pemeluknya, Islam dipandang mempunyai jalan terbaik untuk mengatasinya, hingga muncul wacana melakukan pernikahan dini atau pernikahan usia dini untuk mengurangi dampak buruk dan perilaku menyimpang dari pergaulan bebas. Munculnya wacana pernikahan dini tidak terlepas dari adanya hadis tentang usia pernikahan ‘Aisyah ra., yang menunjukkan bahwa ‘Aisyah dinikahi Nabi Muhammad saw., saat usianya baru enam tahun menginjak tujuh tahun. Namun, ternyata hadis tentang usia pernikahan ‘Aisyah ra. banyak dipertanyakan keabsahannya, karena dianggap tidak relevan dengan perkembangan dunia modern.
Dokumen : mm4011

Pandangan ulama Kabupaten Bantul terhadap akad nikah via telekonfrensi

Judul : Pandangan ulama Kabupaten Bantul terhadap akad nikah via telekonfrensi
Pengarang : Akhmad Fadly Syahputera
Publikasi : .Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga,2008
Subjek : Hukum perkawinan (Munakahat) – rukun nikah
Kata Kunci : .Perkawinan, pernikahan, rukun nikah, akad nikah, telekonfrensi, telekonfrence

Abstrak : Skripsi ini mengkaji masalah akad nikah yang dilakukan melalui perantara video konferensi/telekonferensi. Telekonferensi merupakan salah satu alat/media telekomunikasi jarak jauh yang ada sekarang ini. Dengan alat ini, orang bisa mendengar suara dan melihat gambar lawan bicaranya yang berada di tempat lain tanpa harus melakukan perjalanan jauh yang memakan waktu lama. Hal ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Paradigma ini menjadi tantangan bagi hukum Islam untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang timbul di masyarakat sebagai akibat dari perkembangan zaman. Melalui ulama, sebagai pewaris Nabi dan orang yang ahli dalam hukum Islam, diharapkan semua permasalahan agama yang ada di masyarakat dapat dijawab. metode deskriptif analitis, penelitian ini menganalisis pendapat ulama yang ada di kabupaten Bantul tentang akad nikah melalui telekonferensi. Data-data diperoleh melalui observasi formil dan wawancara dengan ulama yang dianggap representatif untuk dijadikan subyek penelitian ini. Hasil wawancara tersebut akan dibandingkan satu dengan yang lain untuk ditarik kesimpulan mengenai hukum akad nikah melalui telekonferensi. Ulama kabupaten Bantul berbeda pandangan dalam menanggapi hukum akad nikah tersebut. Sebagian dari mereka melarang pelaksanaan akad nikah yang dilakukan dengan perantara telekonferensi. Pandangan ini didasarkan pada pemahaman terhadap redaksi yang tercantum dalam kitan-kitab fikih klasik. Dalam kitab-kitab tersebut syarat dan rukun nikah dituliskan menggunakan kata hudur, yang berarti hadir secara fisik. Selain itu, mereka juga menganggap pernikahan seperti itu tidak memenuhi syarat satu majlis, karena salah satu dari dua orang yang melakukan akad ijab dan kabul (‘aqidan) tidak hadir secara fisik. Sehingga pernikahan itu tidak sah. Pendapat yang berbeda dilontarkan oleh ulama lain, mereka membolehkan akad nikah melalui telekonferensi, karena hakikat dari akad nikah adalah terjadinya ijab dan kabul yang dilakukan oleh ‘aqidan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kehadiran ‘aqidan dalam majlis akad nikah tidak dianggap sebagai sebuah keharusan. Namun proses ijab dan kabul harus diketahui oleh kedua belah pihak yang melaksanakan akad dan disaksikan oleh dua orang saksi.
Dokumen : mm4010

Pertimbangan hakim dalam penetapan putusnya perkawinan bagi pegawai negeri sipil

Judul : Pertimbangan hakim dalam penetapan putusnya perkawinan bagi pegawai negeri sipil
Pengarang : Rismiyati
Publikasi : Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga,2008
Subjek : Hukum perkawinan - perceraian
Kata Kunci : Perkawinan, pernikahan, putusnya perkawinan, PNS

Abstrak : Perkawinan atau pernikahan adalah akad yang sangat kuat atau misaqan galidan yaitu ikatan pertalian antara seorang laki-laki dan perempuan sebagai suami isteri untuk bersama-sama membina kehidupan keluarga yang menimbulkan hak dan kewajiban bagi keduanya. Perkawinan sebagai lembaga yang agung dan suci menjadi syariat Islam bagi manusia sejak dahulu kala adalah mempunyai hikmah dan tujuan yang luhur yang didasari oleh fitrah saling membutuhkan antara seorang laki-laki dan perempuan, untuk saling mengasihi dan tanggung jawab bukan untuk menjerumuskan manusia kedalam permasalahan dan penderitaan. Namun demikian pada kenyataannya, tidak jarang juga terjadi sebuah perkawinan di dalam kehidupan rumah tangganya timbul permasalahan yang sulit diatasi sehingga mengakibatkan konflik dan klimaksnya terjadi keretakan hubungan antara suami isteri berujung perceraian yaitu putusnya ikatan tali perkawinan dan batalnya hukum akad atau perjanjian. Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah unsur aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat dengan penuh kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila, UUD 1945, negara dan pemerintah menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan. Sebagai komunitas tertentu di bawah lembaga institusi pemerintah yang mempunyai aturan main dan peraturan perundang-undangan, yang mengatur perikehidupan Pegawai Negeri Sipil dalam hal ini menyangkut kehidupan rumah tangga atau keluarga pegawai dalam bentuk PP No. 10 Tahun 1983 dan PP No. 45 Tahun 1990 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil dan Perubahannya. Skripsi ini, bertujuan mengetahui pertimbangan apakah yang digunakan oleh hakim Pengadilan Agama Yogyakarta dalam penetapan putusnya perkawinan bagi Pegawai Negeri Sipil. Penelitian ini merupakan field research yang menggunakan metode kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normatif, yaitu mengkaji hukum Islam sebagai sebuah norma baik pada penafsiran ayat-ayat al-Qur’Än, al-HadÄ«s serta pandangan para ahli hukum yang berkompeten dalam hal ini. Dalam pengambilan data di lapangan, penyusun menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisa data dilakukan dengan teknik analisis deduktif, yaitu langkah analisis yang berawal dari pertimbangan-pertimbangan para Hakim Pengadilan Agama Yogyakarta, kemudian pertimbangan-pertimbangan tersebut akan dianalisa dengan norma-norma hukum Islam sehingga menghasilkan suatu kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Pengadilan Agama Yogyakarta telah melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kewenangan absolut dan relatifnya. Demikian pula pelaksanaan perceraian di kalangan Pegawai Negeri Sipil landasan hukum dan pertimbangan hukum yang dipakai untuk menyelesaikan kasus tersebut sudah sesuai dengan hukum Islam dan ketentuan yang berlaku.

.
Dokumen : mm4008