Showing posts with label zz.laila rahmawati. Show all posts
Showing posts with label zz.laila rahmawati. Show all posts

Diagnosis kesulitan belajar matematika kelas XII Madrasah Aliyah Negeri Buntok

Judul : Diagnosis kesulitan belajar matematika kelas XII Madrasah Aliyah Negeri Buntok tahun pelajaran 2007/2008
Pengarang : Suliyantini
Publikasi : Banjarmasin:Fak.Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin, 2008.
Subjek : pendidikan Islam
Kata Kunci : Metode pembelajaran, Aritmetika,Program Linier, Notasi Sigma, motivasi
Abstrak :Penelitian ini menggambarkan tentang kesulitan belajar siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri Buntok tahun pelajaran 2007/2008. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah dimana letak kesulitan belajar matematika siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri Buntok tersebut.Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa kesulitan belajar matematika siswa kelas XII MAN Buntok yaitu terletak pada pemahaman konsep dimana siswa mengalami kesulitan pada materi induksi matematika, integral, dan program linear. Kemudian kesulitan pada pemahaman simbol yaitu pada materi integral dan program linear. Sedangkan kesulitan pada proses mengerjakan soal terletak pada materi induksi matematika, program linear, dan notasi sigma pada barisan dan deret aritmatika. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika siswa kelas XII MAN Buntok adalah minat belajar matematika masih kurang, usaha siswa dan motivasi untuk belajar matematika masih kurang , suasana belajar dimadrasah tersebut belum mendukung, dan fasilitas belajar yang dapat menunjang kelancaran belajar siswa belum lengkap.Untuk motivasi guru, proses belajar mengajar, perhatian orang tua terhadap siswa sudah cukup baik sehingga tidak menjadi salah satu faktor penyebab kesulitan belajar siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri Buntok.
Dokumen : lr4003 cover & abstrak, bab 1, bab 2 , bab 3, bab 4 , bab 5, daftar pustaka
SUMBER : Perpustakaan IAIN Antasari banjarmasin

Penerapan metode diskusi pada mata pelajaran Aqidah Akhlak MAN 1 Banjarmasin

Judul : Penerapan metode diskusi pada mata pelajaran Aqidah Akhlak MAN 1 Banjarmasin
Pengarang : Siti Zaliha
Publikasi : Banjarmasin:Fak.Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin, 2008.
Subjek : pendidikan Islam
Kata Kunci : Metode pembelajaran, teknik pengajaran, Pengemukaan pendapat, Ilmu Akhlak, ilmu Aqaid.
Abstrak :Metode pembelajaran adalah salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pembelajaran. Dengan metode inilah guru dapat menyampaikan materi pelajaran sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh siswa. Diantara sekian banyak metode pembelajaran, diskusi merupakan salah satu metode belajar mengajar yang penting untuk diterapkan di sekolah, termasuk pada mata pelajaran Aqidah Akhlak. Dengan metode diskusi maka dapat dikembangkan keberanian mengemukakan pendapat dan pemikiran siswa, serta mengembangkan rasa toleran dan terbuka dalam menerima kritikan dan pendapat orang lain.Permasalahan yang diteliti ini adalah untuk mengetahui penerapan metode diskusi dalam mata pelajaran Aqidah Akhlak di MAN 1 Banjarmasin dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa penerapan metode diskusi pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di MAN 1 Banjarmasin terlaksana dengan baik, kategori yang cukup baik ini ditunjukkan penerapan guru dalam materi yang akan didiskusikan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan pelaksanaan terhadap metode yang digunakan cukup lancar dan baik. Hal ini didukung oleh faktor siswa, faktor fasilitas atau sarana, faktor guru, sedangkan faktor penghambat adalah keterbatasan waktu yang tersedia untuk melaksanakan diskusi dan faktor lingkungan.
Dokumen : lr4002 Cover & Abstrak, Bab 1, Bab 2, Bab 3, Bab 4, Bab 5, Daftar Pustaka
SUMBER : Perpustakaan IAIN Antasari banjarmasin

Perilaku Berbahasa Santri Ponpes Darul Hijrah Cindai Alus Kabupaten Banjar

Judul : Perilaku Berbahasa Santri Ponpes Darul Hijrah Cindai Alus Kabupaten Banjar
Pengarang : NIDA MUFIDAH
Publikasi : Banjarmasin, KHAZANAH Vol. V. No. 06 November-Desember 2006.
Subjek : pendidikan Islam
Kata Kunci : Sikap berbahasa, fenomena kebahasaan,peristiwa kebahasaan, penggunaan bahasa, pemilihan bahasa
Abstrak :Perilaku berbahasa merupakan sikap mental seseorang dalam memilih dan menggunakan bahasa dalam berbagai situasi. Perilaku berbahasa berhubungan erat dengan dinamisnya masyarakat bahasa dalam berbagai kegiatan dan kelompok.Penelitian sosiolinguistik ini bertujuan untuk mengetahui pola pilihan bahasa dalam berbagai situasi yang meliputi pola pilihan bahasa terhadap bahasa Indonesia, Arab. Inggris dan daerah. Di samping itu, penelitian ini juga ingin mendapatkan gambaran yang lengkap dan menyeluruh tentang fenomena kebahasaan yang terjadi pada santri Pondok Pesantren Darul Hijrah Desa Batung Kecamatan Cindai Alus Kabupaten Banjar. Data yang didapatkan menunjukan bahwa dalam pemakaian bahasa di pesantren terjadi peristiwa kebahasaan dengan menggunakan beberapa bahasa yakni bahasa Indonesia, Arab, Inggris dan daerah sesuai dengan tujuan interaksi. Hal ini disebabkan perilaku berbahasa terjadi dalam berbagai domain. Domain tersebut dipandang sebagai sebagai konstelasi faktor-faktor seperti lokasi, topik, dan partisipan.
Dokumen : lr2012

Kinerja manajemen dan proses pembelajaran pada pondok pesantren Ibnul Amin Pamangkih, Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai dan Darussalam Martapura

Judul : Kinerja manajemen dan proses pembelajaran pada pondok pesantren Ibnul Amin Pamangkih, Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai dan Darussalam Martapura
Pengarang : H. MUBIN DAN HIDAYAT MA’RUF
Publikasi : Banjarmasin, FIKRAH, Vol. 5, No.2, Juli-Desember 2006
Subjek : pendidikan Islam
Kata Kunci : Model pembelajaran, Sistem pembelajaran,pengelolaan, kurikulum, Tujuan pembelajaran, Ponpes
Abstrak :Artikel ini merupakan hasil penelitian pada tiga pondok pesantren besar di Kalimantan Selatan yang tidak diragukan lagi eksistensinya, yakni Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih, Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai dan Pondok Pesantren Darussalam Martapura. Eksistensi ketiga pondok pesantren tersebut tentu tidak terlepas dari kinerja manajemen dan proses pembelajaran yang diterapkan oleh masing-masing pondok pesantren tersebut.Kinerja manajemen pondok pesantren Ibnul Amin Pamangkih, Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai, dan Darussalam Martapura berjalan dengan baik dan lancar, meskipun dikelola dengan cara tradisional. Berkat kesungguhan, kerjasama, kejujuran, transparansi, dan kepercayaan masyarakat yang tinggi, sehingga apa yang direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik dan selalu mendapat dukungan dari para ustadz, santri, masyarakat, bahkan pemerintah. Sistem pendidikan dan pembelajaran di ketiga pondok tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih, tidak menggunakan tingkatan kelas, memakai kurikulum sendiri, tidak memuat mata pelajaran umum, sistem hafalan sangat diutamakan dan dilaksanakan hanya dengan sistem kenaikan kitab yang sudah diatur menurut kurikulum pondok.
  2. Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah dan Darussalam Martapura sudah mulai dikelola secara modem, yaitu menggunakan sistem klasikal dan jenjang tingkatan yang jelas, pembelajaran dikelas menggunakan metode dan media yang beragam, sama umumnya dengan sekolah negeri. Walaupun ada aturan-aturan tertentu yang mereka tetapkan sendiri, seperti penetapan hari libur, jumlah jam pelajaran agama yang lebih banyak dibanding pelajaran umum.
Dokumen : lr2002


Pondok pesantren salafiyah dan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun (Antara Harapan dan Kenyataan)

Judul : Pondok pesantren salafiyah dan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun (Antara Harapan dan Kenyataan)
Pengarang : H. M. MA’RUF ABDULLAH
Publikasi : Banjarmasin,FIKRAH, Vol. 5, No.2, Juli-Desember 2006
Subjek : Pendidikan Islam, Pesantren
Kata Kunci : Ponpes, Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, SMP,SMP Terbuka
Abstrak : Artikel ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk mengetahui sejauhmana akses Pondok Pesantren Salafiyah dalam Perspektif Perluasan Jangkauan Wajib Belajar pendidikan dasar 9 tahun (SD/MI dan SMP/ MTs.) di Propinsi Kalimantan Selatan. Berdasarkan data yang ada di Dinas Pendidikan Propinsi Kalimantan Selatan sampai dengan tahun 2005 yang lalu angka sasaran Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun masih cukup besar, (masih ada anak usia 7-15 tahun yang Belum terlayani pendidikan dasamya, masing-masing 56.773 orang (9,75%) untuk tingkat SD/MI dan 74.449 orang (36,23%) untuk tingkat SMP/MTs. Berbagai pola pelaksanaannya telah dilakukan oleh pemerintah mulai dari: pola regular SD/MI, SMP/MTs, pola PLS dengan Program Paket A dan Paket B, pola SMP Terbuka, dan yang terakhir pada tahun 2000 yang lalu telah pula diperkenalkan Wajar Dikdas 9 tahun Pola Pondok Pesantren dengan leading sektomya Departemen Agama yang bertanggungjawab membina Pondok Pesantren. Penelitian ini mengungkapkan seberapa jauh wajib belajar Pendidikan Dasar 9 tahun pola Pondok Pesantren Salafiyah ini dapat terlaksana, apa saja kendalanya, siapa saja (instansi apa saja) yang terkait dan bertanggungjawab dalam pelaksanaannya
Dokumen : lr2001